1
1
ORELANEWS.COM – KEFAMENANU, – Rektor Universitas Timor secara resmi melepas mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik GENTASKIN II Tahun 2026 yang akan melaksanakan pengabdian kepada masyarakat di sejumlah desa mitra. Acara pelepasan berlangsung di Kampus Universitas Timor dan dihadiri oleh Wakil Rektor I Bidang Akademik, para pimpinan fakultas, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), serta seluruh mahasiswa peserta KKN.
Pelepasan ini menjadi momentum penting bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu pengetahuan, teknologi, dan keterampilan yang diperoleh selama perkuliahan melalui program pemberdayaan masyarakat yang selaras dengan kebutuhan desa.
Program KKN Tematik GENTASKIN II merupakan bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya bidang pengabdian kepada masyarakat, sekaligus mendukung pelaksanaan pembelajaran berbasis pengalaman (experiental learning).
Baca Juga: Sekelompok Pemuda Kelurahan Sasi TTU Menambal Jalan Berlubang di Depan Kantor DPRD TTU Menuju Unimor
Dalam sambutannya, Rektor Universitas Timor menegaskan bahwa mahasiswa merupakan representasi universitas di tengah masyarakat. Oleh karena itu, menurutnya, setiap peserta diharapkan mampu menjaga nama baik almamater, menunjukkan sikap profesional, serta menghadirkan solusi yang inovatif terhadap berbagai persoalan pembangunan desa.
“KKN bukan sekadar memenuhi kewajiban akademik, tetapi menjadi ruang pembelajaran nyata bagi mahasiswa untuk mengabdi kepada masyarakat. Saya berharap seluruh peserta mampu bekerja sama dengan pemerintah desa dan masyarakat sehingga program yang dilaksanakan benar-benar memberikan manfaat dan dampak positif,” ujar Rektor Stefanus Sio.
Wakil Rektor I Bidang Akademik, Yoseph Nahak Seran menambahkan bahwa KKN Tematik GENTASKIN II merupakan bagian dari strategi Universitas Timor dalam memperkuat capaian pembelajaran lulusan melalui pengalaman langsung di lapangan.
Baca Juga: 6 Mahasiswa Unimor juga Kader IMB Kefamenanu Ikut Kompetisi MEC 8 di Unram, ini Kata BPH IMB
Menurutnya, mahasiswa dituntut mampu mengintegrasikan kompetensi akademik dengan kemampuan berkomunikasi, kepemimpinan, kolaborasi, dan pemecahan masalah.
“Mahasiswa harus mampu menjadi agen perubahan yang kreatif, adaptif, dan inovatif. Jadikan KKN sebagai sarana belajar bersama masyarakat serta menghasilkan program-program yang berkelanjutan sesuai dengan potensi lokal masing-masing desa,” ungkap Yoseph Nahak Seran.
Sementara itu, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Melkisedik Bukifan mengingatkan seluruh mahasiswa agar menjaga etika, disiplin, serta membangun komunikasi yang harmonis dengan pemerintah desa dan masyarakat selama pelaksanaan KKN.
Ia menekankan bahwa keberhasilan program KKN tidak hanya diukur dari jumlah kegiatan yang dilaksanakan, tetapi juga dari manfaat yang dirasakan masyarakat.
“Laksanakan setiap program kerja dengan penuh tanggung jawab, menjunjung tinggi etika akademik, serta mengedepankan semangat kolaborasi. Dengarkan kebutuhan masyarakat, manfaatkan potensi lokal, dan jadilah mitra pembangunan yang mampu memberikan solusi nyata. Kehadiran mahasiswa harus meninggalkan dampak positif yang berkelanjutan bagi desa,” tutur Melkisedik Bukifan.
Melalui KKN Tematik GENTASKIN II, mahasiswa akan melaksanakan berbagai program pemberdayaan masyarakat yang mencakup bidang pendidikan, kesehatan, ketahanan pangan, pemberdayaan ekonomi, pelestarian lingkungan, serta penguatan kapasitas kelembagaan desa.
Baca Juga: BPS TTU Jalin Koordinasi dengan Unimor, Menuju Pelaksanaan Kerjasama Program Pojok Statistik
Program-program tersebut dirancang berdasarkan hasil identifikasi kebutuhan masyarakat sehingga mampu memberikan kontribusi terhadap pembangunan desa secara berkelanjutan.
Acara pelepasan berlangsung dengan penuh semangat dan khidmat. Setelah penyampaian arahan dari pimpinan universitas, seluruh mahasiswa peserta KKN Tematik GENTASKIN II secara simbolis dilepas untuk melaksanakan pengabdian di lokasi penempatan masing-masing.***