1
1
1
2
3
ORELANEWS.COM – KEFAMENANU, – Permasalahan sampah merupakan isu strategis baik secara global maupun skala nasional. Berdasarkan data, di Indonesia menghasilkan lebih dari 68 juta ton sampah per tahun.
Hal tersebut disebabkan oleh rendahnya tingkat pengelolaan sampah yang menyebabkan dampak negatif terhadap lingkungan dan kesehatan.
Hal tersebut disampaikan oleh tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dari dosen Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Universitas Timor (Unimor) yang terdiri dari Ketua Tim: Dr. Maximus L. Taolin, SE., M.Sc, anggota: Desmon R. Manane, SE., MM dan Marce Sherly Kase, SE., M.Si, serta melibatkan tiga orang mahasiswa.
Baca Juga: Tim Pengabdian FEB Unimor Dampingi BUMDes Pala Opat Tingkatkan Kualitas Laporan Keuangan
Tim PkM dari Dosen Manajemen tersebut melakukan pengabdian di Kelompok Pos UKK Pemulung Tutap Tublopo, Kecamatan Bikomi Selatan, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU). Selasa, (08/09/2026).
Menurut Ketua Tim, Dr. Maximus L. Taolin bahwa permasalahan sampah yang semakin kompleks diakibatkan oleh keterbatasan sistem pengelolaan terpadu, rendahnya kesadaran masyarakat, serta minimnya pemanfaatan sampah sebagai sumber ekonomi.
Menurutnya, Kelompok Pos UKK Pemulung Tutap Tublopo memiliki potensi dalam pengelolaan sampah berbasis masyarakat, namun aktivitas yang dilakukan masih terbatas pada pengumpulan dan pemilahan sederhana tanpa pengolahan lanjutan.
“Keterbatasan sarana, teknologi, manajemen usaha, dan pemasaran menyebabkan nilai ekonomi sampah yang diperoleh masih rendah,” pungkas Taolin.
Selain itu, menurut Desmon R. Manane, pencatatan keuangan dan pengelolaan organisasi belum berjalan secara optimal, sehingga menghambat pengembangan usaha.

Desmon R. Manane mengutip teori pengelolaan sampah 3R (Reduce, Reuse, Recycle), yakni pengelolaan yang efektif seharusnya mencakup pemilahan, pengolahan, dan pemanfaatan kembali untuk meningkatkan nilai tambah.
Namun, menurutnya, kondisi di lapangan menunjukkan bahwa prinsip tersebut belum diterapkan secara maksimal.
Baca Juga: Sekelompok Pemuda Kelurahan Sasi TTU Menambal Jalan Berlubang di Depan Kantor DPRD TTU Menuju Unimor
“Akibatnya, potensi ekonomi dan lingkungan dari sampah belum dimanfaatkan secara optimal,” kata Manane.
Untuk mengatasi permasalahan tersebut, Marce Sherly Kase mengatakan, diperlukan intervensi melalui program pemberdayaan masyarakat yang mencakup peningkatan kapasitas produksi, penguatan manajemen usaha, dan pengembangan pemasaran.
“Solusi yang ditawarkan meliputi pelatihan pengolahan sampah dan pengembangan produk bernilai tambah. Selain itu, dilakukan pelatihan manajemen keuangan, pembentukan kelembagaan kelompok, serta pemasaran digital untuk memperluas jangkauan pasar,” kata Kase.
Baca Juga: Tim Pengabdian FEB Unimor Dorong Inovasi Kemasan Kopi BUMDes Pala Opat melalui Kemasan Saset 15 Gram
Tim PkM tersebut dalam program ini menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR) yang melibatkan mitra secara aktif. Dengan penerapan teknologi sederhana dan inovasi berbasis ekonomi sirkular, diharapkan program ini mampu meningkatkan pendapatan masyarakat, mengurangi volume sampah, serta menciptakan sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan dan bernilai ekonomi.***