Popular Posts

Kolaborasi YBLL dan Bimatu Lentera Menghidupkan Budaya dan Lingkungan Melalui Literasi Iklim di Batas RI-RDTL

ORELANEWS.COM – KEFAMENANU, – Yayasan Bambu Lingkungan Lestari (YBLL) berkolaborasi dengan Komunitas Bimatu Lentera dalam menghidupkan keselarasan antara manusia dan lingkungan di desa, mewarisi budaya dan kebiasaan positif Suku Atoni melalui Program Literasi Iklim.

Program tersebut berlangsung sejak awal Agustus 2026 tersebut bertempat di Komunitas Bimatu Lentera di Desa Sainoni, Kecamatan Bikomi Utara, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU).

Ketua Bimatu Lentera, Elisabeth Abi menuturkan bahwa Program Literasi Iklim bukan sekadar mengajarkan anak-anak tentang perubahan iklim, tetapi mengajak mereka kembali untuk mengenal alam yang menjadi bagian dari kehidupan dan budaya masyarakat di Timor.

Baca Juga: YBLL Lakukan Sosialisasi di Desa Ajaobaki, Kepala Desa Harapkan Komitmen Warganya

“Lewat kegiatan ini, anak-anak di wilayah perbatasan Republik Indonesia – Republik Demokrasi Timor Leste (RDTL) belajar memahami bahwa air, batu, tanah, pohon, angin, dan berbagai unsur alam lainnya merupakan bagian penting dari kehidupan mereka,” ungkap Elsa sapaannya.

Menariknya, kata Elsa, riset tersebut dikaitkan dengan adat dan budaya di Pulau Timor khususnya daerah Timor Tengah Utara (TTU).

Sebab alam menurut Suku Atoni di TTU tidak hanya dipandang sebagai sesuatu yang didiami manusia dan maklum hidup, tetapi memiliki nilai, cerita, dan makna dalam kehidupan masyarakat itu sendiri.

Baca Juga: GAMKI TTU dan Yayasan Bambu Lakukan Kerjasama Pembibitan dan Penanaman Bambu di Kefamenanu

“Karena itu, ketika anak-anak mengenal alam sejak dini, artinya mereka sedang belajar mengenal identitas, budaya, dan warisan leluhurnya,” kata Elsa.

Kolaborasi antara Komunitas Bimatu Lentera dan YBLL Desa Sainoni menjadi sebuah langkah kecil yang memiliki peran besar bahwa warisan dari leluhur tidak akan abadi tanpa cerita dan tulisan.

“Sehingga dari kampung, anak-anak diajak untuk memahami bahwa menjaga air berarti menjaga kehidupan, menjaga tanah berarti menjaga masa depan, dan menjaga alam berarti menjaga warisan budaya,” ujarnya.

Mewakili segenap civitas Bimatu Lentera, Elsa berharap semoga Program Literasi Iklim tersebut dapat melahirkan generasi muda Timor khususnya anak-anak Bimatu Lentera yang tidak hanya cerdas secara pengetahuan, tetapi memiliki rasa cinta, kepedulian, dan tanggung jawab terhadap alam dan budayanya.

Baca Juga: Menjaga Kondusifitas Kamtibmas, GMKI Bersama Organisasi Mahasiswa Hadiri Undangan Silaturahmi Kapolres TTU

Tak sebatas itu, Ia pun berharap agar kerja sama yang dibangun dengan YBLL untuk giat-giat kolaboratif kedepan harus berjalan sesuai rancangan.

Sedangkan Koordinator Kabupaten (Korkab) YBLL TTU-TTS, Ikerniaty Sandili mengapresiasi kerjasama tersebut yang berorientasi pada anak-anak SD dan SMP yang bergabung di Bimatu Lentera.

Menurut Ikerniaty Sandili, Koordinator Kabupaten TTU/TTS YBLL, mengatakan bahwa proses kreatif belajar tentang iklim yang kontekstual sangat membantu anak-anak mengetahui seberapa besar peran sumber daya di desa terhadap keseimbangan ekosistem.

Baca Juga: Tak Sebatas Mengikuti Pelatihan, Kader GAMKI TTU Wujudkan Ketrampilan Pembuatan Tempe kepada GMKI dan Gereja

“Tak hanya edukasi dan transfer ilmu seputar pohon-pohon, air, tanah, bahasa daerah, angin, dan kebiasaan perlakuan manusia terhadap alam, melainkan anak-anak dilatih menulis tentang ingatan mereka seputar literasi iklim,” pungkas Iker.

Lanjutnya, kerjasama tersebut juga berupa riset mengenai bambu, air, pemali, dll yang sarat dengan budaya, iklim, dan literasi.

“Sebagai LSM yang fokus terhadap ekologi dan ekonomi melalui bambu, kami tetap konsisten dalam mentransfer pengetahuan bambu baik dalam aspek sosial budaya, kerajinan, lingkungan, literasi, dan kebermanfaatan bambu lainnya,” tutup Ikerniaty.***

2 thoughts on “Kolaborasi YBLL dan Bimatu Lentera Menghidupkan Budaya dan Lingkungan Melalui Literasi Iklim di Batas RI-RDTL”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *