Popular Posts

Tim Pengabdian FEB Unimor Dorong Inovasi Kemasan Kopi BUMDes Pala Opat melalui Kemasan Saset 15 Gram

ORELANEWS.COM – KEFAMENANU, – Upaya meningkatkan nilai tambah dan daya saing produk kopi lokal terus dilakukan melalui inovasi pengolahan dan pengemasan.

Salah satunya melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan oleh Dosen Ekonomi Pembangunan yakni Prof. Dr. Sirilius Seran SE., MS, Dr. Kamilaus K. Oki SE., ME, Paulina R. Dewi Redjo SE., M.Ak, Ismi Andari S.Sos., M.SP dan Emilia K. Kiha, SE., M.Si dengan menggandeng BUMDes Pala Opat, Desa Tubu, Kec. Bikomi Nilukat, Timor Tengah Utara. Sabtu, (22/08/2026).

Kegiatan ini berfokus pada pengembangan inovasi kemasan kopi dalam bentuk saset kecil berukuran 15 gram.

Baca Juga: Ikuti Pelatihan Pembibitan Bambu oleh YBLL, Mama Bambu Mollo Siap Bibitkan 5.000 Betung di Mollo Utara

Inovasi tersebut diharapkan mampu memberikan alternatif kemasan yang lebih praktis, ekonomis, higienis, sekaligus meningkatkan daya tarik produk kopi yang dikembangkan oleh BUMDes Pala Opat.

Kemasan Kecil, Peluang Pasar Lebih Besar

Prof. Sirilius Seran mengatakan bahwa inovasi pengemasan merupakan salah sat langkah penting dalam meningkatkan nilai tambah produk lokal.

Menurutnya, produk yang memiliki kualitas baik perlu didukung dengan kemasan yang mampu menarik perhatian konsumen.

Baca Juga: Kolaborasi YBLL dan Bimatu Lentera Menghidupkan Budaya dan Lingkungan Melalui Literasi Iklim di Batas RI-RDTL

“Kita ingin mendorong agar produk lokal tidak hanya dijual sebagai komoditas, tetapi dikembangkan menjadi produk yang memiliki nilai tambah. Kemasan saset 15 gram merupakan inovasi sederhana, tetapi dapat memberikan peluang pasar yang lebih luas bagi BUMDes Pala Opat,” ujarnya.

Ia menambahkan, pengembangan produk BUMDes perlu diarahkan pada kebutuhan pasar sehingga produk yang dihasilkan tidak hanya memiliki kualitas, tetapi juga praktis dan mudah diterima konsumen.

Sementara itu, Dr. Kamilaus K. Oki menekankan pentingnya konsistensi dalam proses produksi, terutama berkaitan dengan takaran produk.

Baca Juga: Sekelompok Pemuda Kelurahan Sasi TTU Menambal Jalan Berlubang di Depan Kantor DPRD TTU Menuju Unimor

“Timbangan digital yang diberikan diharapkan membantu BUMDes memastikan setiap kemasan memiliki berat yang konsisten, yaitu 15 gram. Konsistensi produk merupakan bagian penting dalam membangun kepercayaan konsumen dan sekaligus membantu pengelola menghitung biaya produksi secara lebih tepat,” jelas Kamilaus K. Oki.

Menurutnya, penggunaan peralatan sederhana yang tepat dapat membantu BUMDes meningkatkan efisiensi sekaligus membuat proses produksi menjadi lebih terukur.

Dorong Produk Lebih Profesional

Paulina R. Dewi Redjo menjelaskan bahwa kemasan memiliki fungsi yang lebih luas daripada sekadar membungkus produk. Kemasan merupakan bagian dari identitas dan strategi pemasaran suatu produk.

Baca Juga: Sukses Lakukan Maper GMKI Kefamenanu di Wilayah II, Imanuel Nomlene Harapkan Anggota Terus Tumbuh

“Kemasan adalah wajah dari sebuah produk. Karena itu, kami mendorong BUMDes Pala Opat untuk melihat kemasan bukan hanya sebagai pembungkus, tetapi sebagai bagian dari strategi membangun identitas produk, meningkatkan daya tarik konsumen, dan memperkuat posisi kopi lokal di pasar,” ungkap Ibu Dewi sapaannya.

Ia berharap inovasi kemasan 15 gram dapat menjadi awal bagi BUMDes untuk terus mengembangkan variasi produk dan strategi pemasaran yang sesuai dengan kebutuhan konsumen.

Senada dengan itu, Ismi Andari menyoroti aspek kebersihan dan keamanan produk dalam proses pengemasan. Menurutnya, penggunaan alat sealer dapat membantu menghasilkan kemasan yang lebih rapi dan tertutup dengan baik.

Baca Juga: 6 Mahasiswa Unimor juga Kader IMB Kefamenanu Ikut Kompetisi MEC 8 di Unram, ini Kata BPH IMB

“Pemberian alat sealer diharapkan dapat membantu BUMDes menghasilkan kemasan yang lebih rapi, kuat, dan higienis. Hal ini penting karena kualitas produk tidak hanya dilihat dari rasa, tetapi juga dari bagaimana produk tersebut dikemas dan disajikan kepada konsumen,” kata Ismi Andari.

BUMDes sebagai Penggerak Ekonomi Desa 

Sementara itu, Emilia K. Kiha menegaskan bahwa kegiatan pengabdian tersebut tidak hanya berorientasi pada pemberian alat, tetapi juga pada penguatan kapasitas pengelola BUMDes dalam mengembangkan usaha.

“Kami berharap bantuan yang diberikan tidak berhenti pada penggunaan alat, tetapi dapat mendorong perubahan dalam cara BUMDes mengelola produk. Mulai dari penimbangan, pengemasan, hingga pemasaran perlu dilakukan secara lebih terencana agar produk kopi benar-benar memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat,” tutur Imilia.

Menurut Emilia, keberadaan BUMDes memiliki posisi strategis dalam mengembangkan potensi ekonomi desa. Karena itu, inovasi produk perlu terus dilakukan agar BUMDes mampu menciptakan produk yang kompetitif dan berkelanjutan.

Diberikan Alat Sealer dan Timbangan Digital

Baca Juga: Prodi Kimia Unimor Meraih Bronze Medal di Undhira Bali, Sefri Korbafo: Mahasiswa jangan Pesimis Sekalipun Minim Apresiasi

Dalam kegiatan tersebut, tim pengabdian memberikan alat sealer dan timbangan digital kepada BUMDes Pala Opat sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan produk kopi.

Alat sealer dimanfaatkan untuk membantu proses penyegelan kemasan agar lebih rapat dan rapi, sedangkan timbangan digital digunakan untuk memastikan ketepatan berat kopi dalam setiap saset.

Dengan inovasi kemasan 15 gram, produk kopi BUMDes Pala Opat diharapkan dapat menjangkau konsumen yang menginginkan produk dengan ukuran praktis dan harga yang lebih terjangkau.

Baca Juga: Menjaga Kondusifitas Kamtibmas, GMKI Bersama Organisasi Mahasiswa Hadiri Undangan Silaturahmi Kapolres TTU

Inovasi tersebut juga membuka peluang pemasaran yang lebih beragam, baik untuk konsumsi rumah tangga, perkantoran, perjalanan, maupun sebagai produk oleh-oleh khas daerah.

Dari Inovasi Sederhana Menuju Penguatan Ekonomi Lokal 

Kegiatan pengabdian ini menjadi bentuk nyata kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam mendorong pengembangan ekonomi berbasis potensi lokal.

Kelima pengabdi berharap BUMDes Pala Opat dapat memanfaatkan peralatan yang diberikan secara optimal dan terus melakukan inovasi, baik pada aspek kemasan, kualitas produk, branding, maupun pemasaran.

Baca Juga: Semarak HUT ke-81 RI, Warga Kelurahan Sasi TTU Swadaya dan Gelar Berbagai Lomba

Lebih jauh, pengembangan kopi melalui kemasan saset 15 gram diharapkan dapat menjadi salah satu produk unggulan BUMDes Pala Opat yang mampu memberikan nilai tambah, memperluas pasar, meningkatkan pendapatan usaha, serta berkontribusi terhadap perekonomian masyarakat desa.

Melalui kemasan yang lebih praktis, takaran yang konsisten, dan proses penyegelan yang lebih baik, kopi BUMDes Pala Opat diharapkan semakin siap bersaing dan naik kelas sebagai produk lokal yang bernilai ekonomi.***

One thought on “Tim Pengabdian FEB Unimor Dorong Inovasi Kemasan Kopi BUMDes Pala Opat melalui Kemasan Saset 15 Gram”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *